
Tiba-tiba Ayah Zelina pingsan, dia jatuh terkapar, tak ada yang tau apa penyebabnya. Sontak semua orang berbondong membantunya, beberapa mencoba mencari kendaraan untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit. Zeneb panik, matanya nanar melihat tubuh suaminya sudah tak sadarkan diri. Zelina menangis digendongan ibunya. Senyum yang tadi mekar dibibir keduanya, kini berubah menjadi tangis tak terbendung.
Sesampainya di Rumah Sakit, kebisingan mengeridu, namun hanya satu fokus Zeneb yaitu suaminya harus kembali sadarkan diri. Zafran langsung dibawa ke ICU. Zeneb dan Zalina kecil menunggu kabar dari dokter. Zeneb sungguh sangat khawatir, tangisan Zelina kecil pun pecah seakan ikut merasakan kesedihan yang terjadi pada ayahnya.
Tak lama ibu Zeneb datang, sosok dalam raga itu Zalina besar, “Zeneb, apa yang terjadi pada suamimu nak?” Tanya zalina besar dalam melakukan lakonya.
” aku tak tahu bu, tiba-tiba Zafran jatuh pingsan” jawab zeneb sambil terisak.
“Ya tuhan, ini kah detik-detik ayah meninggal ?” Tanya batin zalina besar.
Tak lama dokter pun keluar memberi kabar, ” Adakah disini keluarga dari bapak Zafran” tanya dokter.
“saya istrinya dok” jawab Zeneb.
“Bagaimana keadaan anak mantu saya dok” tambah ibunda Zeneb (Zalina besar).
“Jadi, tadi bapak Zafran terkena serangan jantung bu” jawab dokter.
“lalu bagaimana keadaanya sekarang dok” tanya Zeneb dengan nada khawatir.
“Do’akan saja bu, beliau khusnul khotimah, kami sudah berusaha semaksimal mungkin”, jawab dokter.
“Ya Tuhan, ayah meninggal” batin sosok ibunda Zeneb (Zalina besar).
Sosok ibunda Zeneb (Zalina besar) menatap iba sosok Zeneb yang menangis tak terbendung, ” Ya Tuhan, kasihan sekali ibu, harus di tinggal ayah, dan akan menopang kehidupan ku” batinnya, sambil menangis.
Tak lama setelah meninggalnya sang ayah, perekonomian keluarga tak lagi stabil, banyak beban-beban kehidupan yang harus di tanggung Zeneb seorang. Hasil penjualan kue tak lagi mampu menutup banyaknya kebutuhan hidup, hingga akhirnya Zeneb melakukan banyak pekerjaan untuk memenuhi kehidupannya. Kini Zeneb mempunyai peran ganda dalam keluarganya yaitu sebagai Ayah dan Ibu. Sehari-hari yang dilakukan Zeneb adalah…..