Tenaga Medis Garda Pertama Lawan Corona

Assalamualaikum good people, welcome back to read hananfirda’s blog. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya.


Oke good people, masih seputar Virus Corana, kita akan membahas tentang Pahlawan kita dalam menangani virus ini yaitu Tenaga Medis. Apa saja yang akan kita Bahas ? Let’s see…

1. Alat Pelindung Diri Tenaga Medis

Di lansir dari Tempo. co ketua Tim Airborne Disease Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta, Ika Trisnawati, mulai was-was dengan persediaan alat pelindung diri (APD) di rumah sakit tersebut yang mulai menipis. Padahal saat ini, RS tersebut sedang merawat beberapa pasien positif Corona.

Hingga Sabtu, 21 Maret 2020, tercatat sudah ada 450 kasus positif dari 17 Provinsi di Indonesia. Angka ini diprediksi akan terus melonjak dalam beberapa pekan ke depan. Namun melonjaknya angka pasien, nyaris tak diimbangi dengan kesiapan pemerintah menyediakan APD yang cukup untuk menangani para pasien.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan setidaknya ada 23 tenaga kesehatan yang terpapar Virus Corona atau Covid-19, saat menjalankan tugasnya.

“Penyebabnya karena minimnya APD. Banyak rumah sakit yang tidak menyediakan APD. Tapi petugas kesehatan tetap diminta kerja,” ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, saat dihubungi Tempo, Sabtu malam, 22 Maret 2020. (Tempo.co)

2. Bagaimanakah keadaan mereka ? Apakah ada yang meninggal?

Menurut wakil ketua Komisi IX Melki Laka Lena, beliau mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan insentif kepada para tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Pemerintah juga harus memperhatikan keselamatan tenaga medis dalam menangani wabah virus corona dengan memenuhi ketersediaan alat pelindung diri (APD).

Melki mengatakan, pemerintah harus mempercepat distribusi alat pelindungan diri (APD) untuk tenaga medis ke rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19.

Pemerintah dapat memanfaatkan hubungan baik dengan negara-negara lain untuk mendapatkan stok APD yang tengah diperebutkan 180 negara terdampak virus corona.

Melki juga meminta, jajaran direksi rumah sakit mempersiapkan para tenaga medis yang sehat secara fisik dan psikis untuk menangani pasien Covid-19.

Ia mengimbau, direksi rumah sakit untuk tidak memaksa para tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan, enam dokter yang bertugas menangani wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia meninggal dunia.
(Kompas.com)

3. Bagaimana Perhatian Pemerintah ?

Jokowi mengatakan, pemerintah telah sepakat akan memberikan insentif bulanan. Mereka yang akan mendapatkan insentif ini mulai dari dokter spesialis, bidan, perawat hingga tenaga medis lainnya.

“Pada kesempatan ini, kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan setelah dihitung Menkeu bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis. Dokter spesialis diberikan Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta,” ujarnya usai mengunjungi Wisma Atlet, Senin (23/3/2020).

Jokowi juga menyampaikan duka cita terhadap tenaga medis yang telah gugur saat berjuang menangani pasien COVID-19. Dia berharap yang terbaik untuk almarhum maupun keluarga yang ditinggalkannya.
(Detikfinance)

4. Apa yang harus kita lakukan untuk meringankan beban Tenaga Medis ?

Good readers pasti sudah tahu jawabanya. Ya benar, kita harus menaati peraturan untuk tetap ada di dalam rumah. Menjauhi keramaian, dan jangan bersentuhan sengan penderita.

Oke good people, semoga info-infonya bermanfaay ya, stay health, jangan lupa cuci tangan. Nantikan postingan selanjutnya.

See u