Epilepsi Gangguan Jiwa atau Saraf?


What’s up good readers welcome back to Hananfirda’s blog. Gimana kabarnya sahabat sehat? Semoga selalu sehat ya. Oke, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit Epilepsi.

Epilepsi (berasal dari kata kerja Yunani Kuno ἐπιλαμβάνειν yang berarti “menguasai, memiliki, atau menimpa”)adalah sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang cirinya ditandai dengan serangan-serangan epileptik. (Wikipedia)

Ayan atau epilepsi adalah penyakit kronis yang memiliki ciri khas berupa kejang kambuhan yang seringnya muncul tanpa pencetus. Kejang epilepsi terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang menyebabkan kejang atau terkadang hilang kesadaran. (Hallosehat)

Penyebab Epilepsi

1. Gangguan perkembangan
Ayan biasanya di di kaitkan dengan gangguan perkembangan  seperti seperti autisme dan neurofibromatosis.

2. Penyakit menular
Epilepsi juga bisa di sebabkan oleh penyakit menular seperti meningitis, HIV/AIDS dan ensefalitis virus, bisa jadi menyebabkan ayan. 

3. Cedera pada kepala
Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan mobil, terjatuh, ataupun cedera traumatik lainnya juga bisa jadi penyebab epilepsi.

4. Pengaruh genetik
Beberapa jenis epilepsi, yang dikategorikan berdasarkan tipe kejang yang Anda alami atau bagian otak yang terpengaruh, terjadi dalam keluarga. 

5. Kondisi otak
Kondisi otak yang mengalami gangguan juga bisa memicu epilepsi seperti tumor otak atau stroke, dapat menyebabkan ayan. Stroke adalah penyebab epilepsi yang paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia di atas 35 tahun.

Gejala penyakit ayan

1. Kejang parsial
Dalam kejang parsial itu berarti hanya sebagian otak saja yang memiliki gangguan.
Kejang parsial dibagi menjadi 2 :

A) kejang parsial simpel
Kejang parsial simpel adalah kejang yang terjadi pada seseorang namun tidak sampai kehilangan kesadaran. Biasanya ditandai dengan anggota tubuh yang tiba-tiba menyentak atau timbul sensasi kesemutan, pusing, dan kilatan cahaya. 

B) kejang parsial komplek
Kejang parsial komplek mempengaruhi kesadaran penderitanya sehingga akan membuatnya terlihat seperti bingung atau setengah sadar selama beberapa saat.

2. Kejang umum
Pada kejang umum ini terjadi pada sekujur tubuh sehingga berdampak pada otak.

Gejala-gejala kejang umum

A) Mengompol
B) Tidak Sadarkan diri
C) Kesulitan Bernafas
D) Akan berteriak jika mengalami kejang
E) Kejang atonik, penderita akan jatuh karena tubuh tiba-tiba akan rilex
F) Kejang Klonik, kejang yang biasanya menyerang otot leher, wajah dan lengan.

Pencegahan Epilepsi
Selain dengan obat, penanganan epilepsi juga perlu ditunjang dengan pola hidup yang sehat, seperti olahraga secara teratur.

Pengobatan Epilepsi
Pengobatan epilepsi ini dilakukan untuk menghilangkan atau mengendalikan kejang.

A) Terapi Obat
Walau jenis epilepsi sangat bervariasi, pada umumnya obat epilepsi dapat mengendalikan kejang pada 70 persen pasien. 

B) Operasi Epilepsi
jika kejang berasal dari bagian otak yang tidak dapat diangkat, dokter akan merekomendasi jenis operasi lain di mana ahli bedah akan melakukan beberapa sayatan pada otak. Sayatan tersebut dirancang untuk menghindari menyebarnya kejang ke bagian otak yang lain.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kejang

A) Longgarkan pakaian di sekitar lehernya
B) Singkirkan benda-benda tajam dan berbahaya
C) Secara perlahan, baringkan orang tersebut dalam posisi miring secepat mungkin, taruh bantal (atau sesuatu yang lembut) di bawah kepalanya, dan buka rahangnya untuk membuka jalur pernapasan yang lebih baik sekaligus mencegah orang tersebut dari tersedak air liur atau muntah.
D) Terus berkomunikasi dengan orang tersebut sehingga Anda tahu kapan mereka telah sadar.
E) Hitung waktu kejang dari awal hingga akhir

Nah, itulah sahabat sehat sedikit ulasan tentang Epilepsi, semoga good readers sekaliam bisa menyimpulkan ya kalo epilepsi adalah gangguan saraf. semoga bermanfaat ya. Nantikan postingam selanjutnya ya, jangan lupa like komen dan share.

See u