What’s up good readers welcome back to Hananfirda’s blog. Gimana kabarnya good readers? Semoga selalu sehat ya. Oke, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit stroke.
Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), merupakan hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan). (Wikipedia)

Jenis – jenis stroke
1. Stroke hemoragik
Kondisi ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah dan menumpahkan darah ke sekitarnya. Kebocoran ini menyebabkan penumpukan darah yang mendorong jaringan otak di sekitarnya.
2. Stroke Iskemik
Penyakit stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah.
3. Stroke Ringan
Kondisi ini terjadi ketika terdapatnya gumpalan atau pembekuan darah yang menghambat aliran darah di sistem saraf pusat. Penyumbatan darah hanya terjadi sementara sehingga tidak menyebabkan kerusakan jaringan.
Stroke biasanya dialami oleh lansia karena berbagai faktor kesehatan seperti darah tinggi. Namun tak jarang juga ada remaja / pemuda bisa mengalami stroke, kira – kira apa penyebabnya ya? Mari kita bahas
Penyebab Stroke pada Remaja
1. Penyakit Jantung atau Malforasi Jantung
Penyakit jantung bawaan umumnya didiagnosis pada usia yang sangat dini, tetapi para remaja harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi dan menangani jenis masalah yang terjadi.
2. Migrain
Remaja yang menderita migrain harus sering melakukan evaluasi medis untuk mengetahui apalah itu migrain ringan atau mini stroke. Walaupun migrain ini sebenarnya jarang di kaitkan dengan stroke.
3. Obat – obatan
Obat-obatan merupakan penyebab stroke dalam berbagai umur tak hanya untuk remaja saja. Penggunaan rokok, minuman energi, pil kafein atau narkoba merupakan faktor-faktor risiko besar untuk stroke.
4. Kolestrol Tinggi
Kolestrol dapat menyebabkan penyakit jantung serta penyakit serebrovaskular, meningkatkan risiko stroke. Walaupun kolestrol memang jarang di alami oleh remaja, namun ada beberapa gangguan metabolisme bawaan yang bisa menyebabkan kadar kolesterol darah naik pada remaja.
5. Trauma Gegar Otak
Trauma pada kepala tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam tubuh, dan berdampak pada stroke iskemik atau hemoragik bagi orang muda.
6. Infeksi
Infeksi dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel-sel darah hingga dapat meningkatkan penggumpalan darah, serta mengakibatkan stroke, mungkin dapat terjadi.
7. Hipertensi
Hipertensi yang tidak diobati dapat mengganggu pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.
8. Anemia Sel Sabit
kondisi darah turunan dan menyebabkan penggumpalan darah yang disebabkan oleh proses disebut ‘sickling,’ atau perubahan karakteristik dalam bentuk sel-sel darah merah dalam menanggapi stres fisik seperti infeksi. Jika gumpalan darah terjadi pada otak maka bisa menyebabkan stroke.
Gejala Stroke pada Remaja
1. Perubahan Pengliatan
2. Kesulitan Bicara
3. Kesulitan Berjalan
4. Kesulitan dalam memahami
Cara mencegah stroke di usia muda
1. Hindari Rokok
Merokok mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan darah dan oksigen tidak teraliri dengan baik.
2. Memperhatikan Jam Makan
Kita harus memperhatikan pola makanan, dan nutrisi untuk tubuh.
3. Perhatikan Berat Badan
Dengan berolahraga dan mengatur pola makan dengan benar kamu sudah dapat mengendalikan berat badanmu. Jangan sampai obesitas.
4. Konsumsi Buah dan Sayuran
Mengonsumsi buah dan sayur seperti apel yang mengandung zat quercetin yang dapat menangani pengerasan pembuluh darah, pisang yang tinggi kalium, alpukat yang kaya dengan lemak tak jenuh dan tentunya sayuran hijau, dapat membantu tubuh kita terhindar dari stroke.
5. Jauhi NAPZA
Mengonsumsi NAPZA dapat menyebabkan penyempitan pada arteri, sehingga aliran darah tidak bagus.
Bagaiamana cara mengobati stroke?
Pengobatan stroke tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Stroke hemoragik yang volume perdarahannya masih kurang dari 30 cc dan terjadi pada otak besar, biasanya bisa diobati dengan cara konservatif tanpa operasi. Namun, pengobatan untuk penderita stroke iskemik, mayoritas diobati dengan obat-obatan saja. Jika sumbatannya sudah meluas, hingga mencapai ⅔ bagian otak, maka pasien harus menjalani operasi.
Nah, itulah good readers sedikit pembahasan tentang Stroke pada remaja, semoga bermanfaat ya, jangan lupa, like komen dan share ya. Nantikan postingan selanjutnya yang pastinya juga bermanfaat.
See u